Coding termasuk aktifitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, sehingga untuk melakukannya dengan baik membutuhkan bahan bakar yang cukup yaitu berupa mood dan suasana yang kondusif.

Hal-hal yang mengganggu konsentrasi semisal ada yang menyela atau semisalnya tentu saja dapat merusak produktifitas. Efek yang lebih parah lagi yaitu bisa menghancurkan mood.

Bahkan tak jarang dapat menyulut emosi, terlebih programmer cowok yang konon otaknya tak bisa multi tasking seperti perempuan.🤭

Mengapa demikian?

Hasil browsing sana-sini, akhirnya menemukan coretan yang cocik disini. Judulnya juga ekstrim banget 😆. How to destroy Programmer Productivity. Ternyata cukup mewakili apa yang selama ini rasakan. 😁😁😁😁😁.

Grafik diatas cukup menggambarkan betapa susahnya membangkitkan kembali mood setelah terhenti secara mendadak meskipun hanya sebentar saja. Hal ini benar-benar membutuhkan energi dan waktu dan itu tidaklah mudah kawan.😎

Bayangkan jika hal itu terjadi dalam sehari. Imbasnya, kerjaan tak jadi kelar. Jangka panjangnya mungkin bisa jadi project molor, gagal release dan ujung-ujungnya bayaran molor juga. 😩😩😩

Grafik diatas mungkin kurang bisa diterima bagi non-coders, memang susah untuk dijelaskan, tapi gambar dibawah ini mungkin lebih mudah dipahami.

Trus Gimana dong 😬

Jika memang benar-benar ada perlu penting dengan programmer, maka anda perlu melihat timing, beri waktu untuk cooling down, save or commit, push dulu lah untuk menghindari ilang mood dan ambyar. 😖

Ya, memang susah sih, namun perlu dimaklumi hal ini. Bahkan saya juga nemu pertanyaan begini nih di Quora. How do I correctly interrupt a programmer to ask for help?  Eeaaaa.. 😆

Source: https://www.nj.com/resizer/bTMJmB757Qa0_PIu5zLhgvXOo8E=/1280x0/smart/advancelocal-adapter-image-uploads.s3.amazonaws.com/image.nj.com/home/njo-media/width2048/img/lessonsinleadership/photo/2018/01/02/interrupting-580x450jpg-c4826646184ca236.jpg

Jika tidak mau begitu, maka siap-siap untuk dimarahin atau minimal dicuekin. 🤣🤣🤣

SMS/Chat vs Phone Call

Mengetik pesan itu hanya membutuhkan sebagian dari perhatian kita, tidak membutuhkan persiapan tambahan. Sehingga, lebih mudah ketika dilakukan bersamaan dengan pekerjaan lain, coding misalnya. Kalo kata mba’ Ivana Vnučec disini, teks itu lebih Multitasking-Friendly. 😊

Nah, inilah mengapa kebanyakan geek khususnya programmer lebih nyaman berkomunikasi via chat ketimbang telepon. Tentu ini pengecualian untuk kondisi tertentu ya. Karena chatting lebih mudah untuk disambi coding. Juga bisa balas nanti ketika agak senggang.

Tips bagi Programmer

Namun bagi programmer, hal-hal yang dapat mengganggu produktifitas itu kadang susah dihindari, sehingga untuk menghindarinya, terutama bagi freelancer atau remote worker bisa lakukan hal-hal berikut ini. Sebenarnya bukan hanya programmer saja sih. Nah terkait

1. Ruang kerja

Meskipun kerja dirumah, usahakan punya ruang khusus untuk kerja, sehingga keluarga tahu kalo anda disitu artinya anda sedang kerja. Kalo perlu kuci pintu wkwkwk. 😆😆😆

2. Jam kerja

Cari waktu terbaik dan ternyaman untuk kerja. Nah, ini tiap programmer beda-beda. Ada yang suka coding di malam hari, ada juga yg seperti saya, coding ba’da Shubuh(kadang-kadang saja, ndak setiap hari). Dan paling penting, pastikan beberapa pekerjaan rumah sudah beres agar nanti tidak menyebabkan pikiran saat coding.

3. Mood booster

Cari dan lakukan apa saja yg bisa meningkatkan mood, yang penting halal yak. Ngopi-ngopi, jalan-jalan, duduk-duduk santai di teras. Atau boleh jadi anda butuh tidur siang sejenak 😴. Nah, inilah ni’matnya remote worker yang mungkin tak bisa didapatkan oleh profesi lain.😊

Tak heran mengapa kebanyakan coders menyukai lailatul coding a.k.a coding di malam hari. Saya dulu juga begitu sih. Duluuu.

Sekian.

Referensi: