Pandemi Covid-19 benar-benar berimbas bagi perekonomian negeri ini. Sektor pariwisata, ritel dan manufaktur memang paling terpukul. Tapi banyak juga sektor lain yang ikut goyah seperti sektor IT dan lain-lain, terutama yang punya investor luar. Hampir semua merasakan dampaknya. Perusahaan kelas kakap saja bisa tumbang, apalagi yang masih sekelas startup. Akhirnya banyak IT-startup yang terpaksa memutuskan untuk mem-PHK engineernya, termasuk saya salah satunya. Meskipun pada akhirnya justeru saya sangat bersyukur karena PHK ini. Eaaaaa. Walhamdulillah ‘ala ni’matillah. Banyak sekali hikmah luar biasa yg saya dapatkan. Insya Allah akan saya posting di lain kesempatan. Kali ini cukup bercerita pengalaman test coding di Bukalapak.

.. saya sangat bersyukur karena PHK ini. He3x. Walhamdulillah ‘ala ni’matillah. Banyak sekali hikmah luar biasa yg saya dapatkan.

Pengalaman Pertama.

Jadi, ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti test coding di perusahaan e-commerce kelas unicorn yang kita semua sudah kenal dengan brand warna merahnya.

Singkat cerita, pada bulan Maret lalu saya apply melalui sebuah link yang dibagikan oleh salah seorang member linkedin. Tapi karena lama tidak ada respon, akhirnya saya luweh-kan saja, bawa santai kek di pantai. Kalo memang jadi rezeki saya, insya Allah tak akan lari kemana.

Undangan Test – 1

Akhirnya pada Selasa, 2 Juni 2020 masih dalam suasana Ramadhan saya mendapat undangan tes melalui email. Lumayan lama juga ya, setelah 3 bulan apply baru dapat undangan test.

Test coding Bukalapak ini menggunakan codility, sebuah platform test yang konon banyak digunakan oleh perusahaan kelas dunia.

Soal test menggunakan bahasa Inggris. Dengan batasan waktu 85 menit. Enaknya, test ini boleh dikerjakan kapan saja asal tidak melewati batas waktu yang ditentukan oleh perekrut.

Adapun materi test dan level/ tingkat kesulitan test ini bisa diatur oleh perekrut. Nah sialnya, waktu apply saya terlanjur isi form pengalaman coding Java 7 tahun. He3x mumet dewe pada akhirnya.

Materi test codility ini lebih ke logika & algoritma dan bener-bener menguji logika.

Alhamdulillah Lolos Test – 1

Jam 3 pagi saya kerjakan test ini, dan alhamdulillah selesai kurang dari 85 menit. Hasil testnya pun langsung bisa dilihat.

Setelah selesai, langsung lanjut makan sahur. Maasyaaa Allah.. nikmat tuhanmu yang mana yang akan kau dustakan..

Online Interview : Live Coding

Pada tgl 14 Juli 2020 tetiba ada email masuk. Eh, ternyata undangan Online Interview dari Bukalapak.

Dari titlenya sih bener, Online Interview. Tapiii ternyataaaa.. Oh.. Live Coding.. ckckck…
Pada Test Live Coding ini saya diberi waktu max 2 jam untuk mengerjakan test praktik. Namun praktik kali ini lebih relevan dengan pekerjaan, tidak seperti test tahap – 1.

Online Interview. Tapiii ternyataaaa.. Oh.. Live Coding.. ckckck…

Setelah selesai test, lanjut tanya jawab seputar hasil coding-nya. Dyaarrr..

I = Interviewer.
S = Saya.

I : “Ini kenapa pakai interface mas?”,  “bedanya sama abstact apa mas?”
I : “Kenapa arsitekturnya pakai MVP mas?”, “kok ndak pake MVVM saja ?”
S : “Jadi.. anu.. anu..”
Kok saya merasa seperti bang Aziz ya. Mendadak gagap gitu. Wkwkwk..

Oh, benar-benar tanpa persiapan. Jadi kalo memang nanti hasilnya tidak seperti yang diharapkan, ya maklum lah.

Ahirnya Benar Tidak Lolos. Wkwkwk

Akhirnya online interview yang ternyata live coding ini berakhir juga. Benar-benar test yang sangat mengesankan. Rasanya seperti ujian skripsi.

Setelah lama tak ada kabar, akhirnya tepat 2 bulan setelah live coding, pada tanggal 14 September 2020 saya mendapat email yang isinya pemberitahuan.

Lolos.. ? Ya jelas enggaaak laahh.. wkwkwk.

Tetap diapresiasi dengan baik

Walhamdulillah, meskipun saya tak lolos pada tahap ini, saya tetap diberi apresiasi. Tidak digantung seperti jemuran.

Begitulah pengalaman saya mengikuti Test Engineer di Bukalapak. Saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada HR dan Tim Engineer yang menginterview saya.

Bagi teman-teman seperjuangan yang masih berjuang mendapatkan bahtera baru, tetap semangat. Keadaan saai ini memang berat. Tapi akan lebih berat lagi jika kita berputus asa.

Sekian.

Terimakasih.