Nasib Anak Bodoh

sumber:flickr.com

Tidak ada anak bodoh

Sebenarnya tidak ada istilah bodoh dalam kamus saya, karena selain memang tidak punya kamus, istilah bodoh sendiri menurut saya terlalu kejam untuk disematkan sebagai gelar seseorang. Tidak ada orang yang benar-benar bodoh secara keseluruhan. Jika seseorang itu kurang pintar dalam suatu bidang, belum tentu di bidang lain. Siapa tahu malah menonjol di bidang itu.

Tapi kenyataannya orang bodoh itu ada

Tapi kenyataannya orang bodoh itu ada. Ya, mereka ada. Bodoh menurut istilah orang pada umumnya. Menurut istilah umum bodoh itu kalo IPK jeblok, nilai matematika rendah, tidak menguasai bahasa asing, tidak paham teknologi dan sejenisnya. Banyak diantara kita masih terjebak mengartikan bodoh semacam itu karena sistem pendidikan di negeri kita hanyalah pencetak orang pintar.

Bagaimana nasib mereka..

Oke, sekarang saya meminjam kata bodoh menurut istilah umum.
Saya ingat dulu punya teman waktu SD, anaknya baik, tidak nakal, kalem, santun, tidak suka mengganggu teman lainnya. Tapi sayang dia bodoh(prestasi akademiknya buruk). Sebagian guru(ya tidak semua guru lah) memperlakukan dia sebagaimana memperlakukan anak nakal. Sering dimarahi, sering kena hukum, bahkan tak jarang di bully dan dipermalukan di depan kelas. Pokoknya saya merasa sikap guru kurang sayang pada dia. Padahal anak nakal meskipun dia pintar itu lebih berbahaya ketimbang anak bodoh.

Cerita kedua tetangga saya punya anak laki-laki usia SMP yg dikeluarkan dari sekolah gara-gara nilainya buruk. Lalu pindah ke sekolah lain yang murid-muridnya terkenal nakal(Maklum satu-satunya sekolah yang mau menerima murid DO). Tapi akhirnya tidak betah dan sekarang malah putus sekolah karena sering jadi korban bully.

102099731

Bodoh? Ndak masalah..

…tak peduli sepintar dan sebodoh apapun dia pasti ada tempat tersendiri dihati pak kyai. Yang penting akhlaqnya baik.

Itulah gambaran nasib anak bodoh di sekolah-sekolah umum di negeri kita. Sekolah tidak lagi mengedepankan akhlaq mulia. Sekolah hanyalah pabrik anak pintar bukan pabrik anak baik. Itulah mengapa sekarang ini banyak orang pintar namun orang baik susah dicari. Beda dengan guru ngaji saya dulu, santri/siswa berakhlaq baik dan husnul adab, tak peduli sepintar dan sebodoh apapun dia pasti ada tempat tersendiri dihati pak kyai. Yang penting akhlaqnya baik.

 

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *