Pucuk dicinta kopi pun tiba.

Biasanya tiap pesan kopi di bakul langganan saya, jika misal hari ini pesen, maka besok pagi diroasting dan sore atau malamnya tak ambil. Hemmm, segar dan wuuaaangi sekali sodara-sodara. Karena selain dekat, juga memang kopinya enak terutama robustanya.

Tapi pekan ini benar-benar menjadi masa urip prihatin saya. Betapa tidak, pesanan kopi di bakul langganan tertunda karena qodarullah tukang roastingnya sedang sakit. Walhasil sayapun harus menunggu keajaiban datang dari Allah ta’ala, sambil berharap Allah ta’ala mentaqdirkan seseorang mengantarkan kopi gratis kerumah. Tak lupa berdoa semoga lekas sembuh untuk tukang roasting di bakul kopi langganan saya.

Eee lhaadalah sedang enak leyeh-leyeh di pojok teras rumah karena kecapekan habis mainanĀ tekpi, kok ada cah bagoes tiba-tiba datang nawari ngicipi kopinya. Alhamdulillah, meskipun tidak banyak tapi lumayan buanget. Tak lupa mendoakan cah bagoes itu semoga dimudahkan rezekinya, enteng jodohnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *